You are here: Home > Heart Health > ”Go Red for Women”

”Go Red for Women”

animasi-young-ladyDiseluruh dunia Penyakit Jantung Koroner (PJK)   menduduki urutan nomer satu sebagai penyebab kematian perempuan. Namun pada kenyataannya tidak semua perempuan mengetahui hal tersebut. Karena itu, melalui kampanye internasional “Go Red for Women” federasi jantung sedunia (WHF) mengajak perempuan untuk bersama-sama bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri; Kiwari, adanya globalisasi informasi, menjadikan  budaya dan teknologi dari negara barat melanda Indonesia dengan mudahnya.

Beberapa segi positif diperoleh, namun tak dapat dihindari, revolusi budaya dan teknologi menciptakan  perubahan-perubahan gaya hidup bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang hidup di kota-kota besar. Terjadi pergeseran nilai-nilai hidup, gaya hidup sehat telah berubah. Masyarakat lebih mengkonsumsi makanan cepat olah, yang lebih tinggi mengandung lemak jenuh, garam dan glukosa.

Selain itu  polusi lingkungan, udara panas dengan kelembaban tinggi dan tidak tersedianya sarana jalan kaki membuat orang memilih menggunakan kendaraan bermotor daripada berjalan kaki atau bersepeda menuju pekerjaan, sekolah atau berbelanja. Kehidupan yang semakin keras dalam kompetisi dunia usaha dan masalah keluarga yang muncul diantara keluarga modern, menyebabkan stress pada semua lapisan usia, Juga meningkatnya kebiasaan merokok dan tipologi masyarakat remote control, escelator  menciptakan  sedentary life / kurang bergerak.

Semua hal tersebut merupakan faktor-faktor risiko untuk PJK, yaitu terjadinya penyempitan pembuluh darah koroner di Jantung. Pada PJK, jaringan otot pada dinding jantung  mengalami kekurangan atau tidak mendapat oksigen dan zat-zat makanan. Keadaan tersebut dapat menimbulkan serangan jantung. Bila daerah otot jantung yang terkena luas   maka jantung tidak dapat berfungsi sebagai pemompa darah keseluruh tubuh,  maka  terjadi kecacatan menetap bahkan kematian.

Dinegara maju, dilaporkan 1 dari 3 perempuan meninggal karena PJK. Pria mempunyai risiko lebih dibandingkan perempuan, tetapi setelah menopause  perempuan mempunyai angka kejadian PJK yang sama dengan pria, bahkan bila perempuan telah mengalami  serangan jantung, tingkat  kematian  setelah satu tahun adalah 38% sedangkan pada pria sejumlah 29%.

Prediksi Masa Depan anda:

Faktor risiko untuk PJK sangat prediktif, peneliti2 dari Medical College of Wisconsin, telah melakukan penelitian selama 20 tahun pada 11.000 orang kelompok  usia 18-39 tahun dan  9.000 orang  kelompok usia 40-59 tahun. Hasil penelitian prospektif tersebut menunjukkan, bahwa faktor risiko, jika ditemukan pada orang muda, mempunyai efek kuat terhadap risiko kematian akibat PJK , sehingga dapat dikatakan sebagai prediktor kuat.
Dan bila  memiliki 2 atau lebih faktor risiko, akan melipat-gandakan risiko.

Daftar dibawah ini merupakan 10 FAKTOR-FAKTOR RISIKO yang paling utama, bukan hanya karena berhubungan langsung dengan meningkatnya kejadian PJK , tetapi karena faktor-faktor tersebut dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup:

-    Kolesterol dan lemak-lemak lain          - Diabetes
-    Inflamasi/radang arteri koroner           - Sindroma Metabolik/X
-    Peningkatan penggumpalan darah       - Kurang Bergerak
-    Berat badan / obesitas                     - Merokok
-    Tekanan Darah  Tinggi                      - Kepribadian/stress

Langkah Langkah agar antung Sehat

Langkah I: Tentukan Risiko

Beberapa faktor risiko penentu , seperti Kol-LDL, hipertensi dan  merokok merupakan  faktor - faktor risiko yang kuat, sedangkan  homosistein, C-reactive protein,pembekuan darah, kepribadian  sebagai faktor risiko yang belum rutin dilakukan pemeriksaan. Kendalikan faktor-faktor risiko , pilihlah bergaya hidup dengan tidak merokok, bergerak, diet seimbang. Bila perlu, penurunan kolesterol darah dan hipertensi dapat menggunakan bantuan  obat-obatan

Langkah II:   Tatalaksana stress

Sayangnya kita tak dapat menghilangkan stress dari kehidupan kita.. Stress adalah produk dari suatu perubahan, dan perubahan selalu  terjadi. Tetapi kita dapat belajar mengendalikan stress dengan efektif sehingga tidak menjadi stress yang merugikan kesehatan jantung dan pembuluh darah; Orang yang mampu mengendalikan stress dengan baik akan menetapkan exercise/olah raga dan kebiasaan  makan yang sehat sebagai salah satu pilihan. Takwa kepada Tuhan, cinta kepada keluarga, teman-teman dan pekerjaan juga selalu berpikir positif merupakan pilihan yang dapat mengatasi stress

Langkah III: Jadikan “exercise” sebagai suatu kebiasaan.

grfw-basketLebih baik melakukan program exercise sebelum memilih program diet. Karena exercise yang teratur lebih mudah dicapai. Melakukan berjalan kaki selama 45 menit  4x/seminggu adalah lebih mudah daripada tidak makan donat atau telur pada menu sarapan .

Selalu bergerak sebagai kebiasaan adalah cara yang manjur untuk menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, menurunkan gula darah, mengatasi stress, dan menurunkan kadar lemak tubuh,
Sekarang, silahkan  melihat diri  tanpa busana dihadapan cermin  panjang, tentunya di ruang pribadi. Jangan merasa bersalah atau mengvonis diri. Buatlah penilaian yang jujur bagaimana keadaan  sekarang. Apakah tubuh mengangkut beberapa kilogram yang sebenarnya tidak harus diangkut?

Cobalah membayangkan  berjuta-juta sel-sel lemak tubuh yang ada dibalik kulit tubuh. Selanjutnya bayangkan mereka akan mengecil dari hari kehari segera setelah  memulai program  diet seimbang dan exercise.., dan bayangkan  akan menjadi lebih kuat, lebih langsing dan lebih sehat. Banyak orang berpikir bahwa “exercise” adalah melakukan aktifitas fisik yang berat seperti jogging atau lari , padahal berjalan kaki yang dilakukan teratur dan berkesinambungan, akan meningkatkan kebugaran, kesehatan dan menurunkan berat badan.  akan langsing, berotot, bugar , sehat dan lincah.

Psikologispun  akan lebih percaya diri, merasakan cinta, menikmati hidup  dan tampak awet muda. Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan fisik dan mental yang prima? Anda  akan terpana, bahwa perubahan sedikit saja gaya hidup dengan  banyak bergerak/ berjalan kaki akan merubah banyak lingkar pinggang

Langkah IV: Seimbang Gizi

Upaya menurunkan berat badan yang kerap dilakukan adalah diet. Itu adalah cara yang salah. Kalau ingin program penurunan berat badan berhasil  harus  stop menganut cara diet semata, yang hanya akan menurunkan beat badan  sementara  saja.

grfm-nengPrinsip Decide to lose Body Fat, not Kilograms dapat dijadikan pola program. Diet harus memperhitungkan kalori yang masuk dan kalori yang dikeluarkan. Diet pilihan adalah rendah lemak jenuh, tinggi lemak tak jenuh dan tinggi serat, juga rendah garam dan tinggi Kalium.
Menu seimbang merupakan yang terdiri dari kalori asal karbihidrat 60 - 70%, asam lemak 20 - 25% dan asal protein 15 - 20%.

Banyak penelitian telah memperlihatkan bahwa deposit lemak berlebih terutama timbunan lemak visceral /didaerah perut atau obesitas sentral berhubungan dengan komplikasi metabolik spt: Resistensi insulin, hipertensi, dislipidemia, stroke, Diabetes melitus  dan PJK.
Pada Perempuan menopause, sejalan dengan meningkatnya usia, perubahan metabolik akibat menopause,menimbulkan obesitas yang akan meningkatkan faktor risiko terjadinya PJK

Kesimpulan

Pada Perempuan menopause, sejalan dengan meningkatnya usia, perubahan metabolik akibat menopause, menimbulkan obesitas , hipertensi dan peningkatan lemak darah  yang akan meningkatkan faktor risiko terjadinya PJK dan Stroke. Para perempuan   perlu  mengubah gaya hidup  yang kurang sehat, Penyakit Jantung  Koroner  dapat dicegah dengan gaya hidup sehat.

Daftar kepustakaan ada pada penulis

DR Jetty Sedyawan SpJP K

Dep. Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI

Yayasan Jantung Indonesia

Disampaikan pada: Seminar Gaya Hidup Sehat
Sabtu, 5 Desember 2009, Jogja International Hospital, DIY

Kunjungi Website kita (awam dan dokter): www.drjettysedyawan.com

Bookmark and Share
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply